Biaya paket haji khusus 2027 2028 menjadi informasi penting bagi calon jamaah yang ingin berangkat tanpa antre panjang. Program haji ONH Plus menawarkan masa tunggu lebih cepat dengan fasilitas premium, mulai dari hotel dekat Masjidil Haram hingga akomodasi nyaman di sekitar Masjid Nabawi. Selain itu, jamaah juga mendapatkan bimbingan ibadah lengkap serta layanan eksklusif selama perjalanan.
Paket Haji Khusus ini juga dilengkapi itinerary lengkap mulai dari keberangkatan Jakarta, ibadah di Mekkah, puncak haji di Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga ziarah di Madinah. Jadwal keberangkatan biasanya mengikuti kuota resmi pemerintah dengan masa tunggu lebih singkat dibanding haji reguler.
Dengan memilih Haqeem Travel Jakarta, jamaah mendapatkan paket haji lengkap, harga transparan, serta layanan profesional. Pastikan Anda mendaftar lebih awal untuk mengamankan kursi dan mendapatkan jadwal keberangkatan terbaik sesuai rencana ibadah Anda.
Berikut adalah estimasi biaya haji khusus terbaru 2027 yang bisa Anda pilih:
| Fasilitas | ||
| Silver | Gold | Platinum |
| Hotel Transit Maktab 72 Makkah : Grand Al Massa / Setaraf ★★★★ Madinah : Odest Hotel / Setaraf ★★★★ | Hotel Transit Maktab 111 Makkah : Pullman Zam-Zam / Setaraf ★★★★★ Madinah : Al Haram / Setaraf ★★★★★ | Hotel Transit Maktab 116 Makkah : Fairmont / Setaraf ★★★★★ Madinah : Frontel / Setaraf ★★★★★ |
Catatan: Harga dapat berubah mengikuti kurs USD dan kebijakan resmi pemerintah.
Faktor yang Mempengaruhi Biaya Haji Khusus
Biaya paket haji khusus dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, antara lain:
1. Lokasi Hotel
Hotel yang semakin dekat dengan Masjidil Haram dan Masjid Nabawi biasanya memiliki harga lebih tinggi.
2. Maskapai Penerbangan
Maskapai premium seperti Emirates atau Qatar Airways biasanya mempengaruhi harga paket.
3. Durasi Perjalanan
Durasi perjalanan 24–26 hari menjadi standar, semakin lama durasi maka biaya cenderung meningkat.
4. Fasilitas & Layanan
Termasuk makan, transportasi, pembimbing ibadah, serta perlengkapan haji.
Persyaratan Dan Fasilitas Paket Haji ONH Plus
Berikut rincian biaya paket Haji Khusus ONH Plus 2027 yang telah disusun ulang agar lebih informatif dan mudah dipahami:
Fasilitas Paket Termasuk
- Tiket pesawat pulang-pergi rute Jakarta – Jeddah dan Madinah – Jakarta menggunakan Saudia
- Akomodasi hotel sesuai dengan program perjalanan
- Transportasi lengkap beserta driver untuk ziarah, city tour, dan antar jemput selama di Arab Saudi
- Konsumsi 3 kali sehari (fullboard) selama program berlangsung
- Pembimbing ibadah (muthawwif) berbahasa Indonesia
- Air Zamzam sebanyak 5 liter per jamaah
- Pengurusan visa haji resmi
- Perlengkapan haji
Fasilitas Tidak Termasuk
- Biaya kelebihan bagasi sesuai aturan maskapai
- Biaya DAM (denda haji)
- Biaya tambahan di luar program (tour, makan, minum tambahan)
- Penggunaan fasilitas pribadi seperti telepon, TV berbayar, minibar, dan layanan hotel lainnya
- Pengeluaran pribadi di luar paket
Syarat Pendaftaran
- Uang muka pendaftaran sebesar USD 5.000 per jamaah, pelunasan setelah visa MOFA terbit
- Paspor dengan masa berlaku minimal 12 bulan sebelum keberangkatan
- Nama pada paspor terdiri dari minimal 3 kata (contoh: Muhammad Ali Akbar)
- Pas foto ukuran 4×6 latar putih (80% wajah), sebanyak 2 lembar
- Fotokopi KTP, Kartu Keluarga, dan Buku Nikah
- Bukti vaksin meningitis (kartu kuning)
Catatan Penting
Biaya, fasilitas, serta itinerary dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan terbaru tanpa pemberitahuan sebelumnya, tanpa mengurangi kualitas ibadah.
Itinerary Haji Khusus
Hari 1 – 25 Dzul Qa’idah (Jakarta – Madinah)
Jamaah berkumpul di Bandara Internasional Soekarno-Hatta untuk proses check-in, makan, briefing, serta doa pelepasan. Setelah itu, rombongan berangkat menuju Madinah menggunakan Saudia. Setibanya di Madinah, jamaah menyelesaikan proses imigrasi, dilanjutkan perjalanan ke hotel, check-in, dan beristirahat.
Hari 2 – 26 Dzul Qa’idah (Madinah)
Usai sholat Subuh dan sarapan, jamaah melaksanakan ziarah ke makam Rasulullah SAW serta sahabatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq dan Umar bin Khattab. Kunjungan ke Raudhah dilakukan sesuai jadwal izin (tasreh). Jamaah melaksanakan shalat Arbain dan memperbanyak ibadah sunnah di Masjid Nabawi.
Hari 3 – 27 Dzul Qa’idah (Madinah)
Kegiatan dimulai setelah Subuh dengan tausiyah dari pembimbing dan muthawwif. Jamaah melanjutkan shalat Arbain berjamaah serta memperbanyak ibadah sunnah di Masjid Nabawi.
Hari 4 – 28 Dzul Qa’idah (Madinah)
Setelah Subuh, jamaah mengikuti ziarah kota Madinah meliputi Masjid Quba, Masjid Jum’ah, Masjid Qiblatain, Masjid Tujuh, Jabal Uhud, dan Pasar Kurma (kondisional). Ibadah Arbain tetap dilaksanakan di Masjid Nabawi.
Hari 5 – 29 Dzul Qa’idah (Madinah)
Setelah Subuh dan sarapan, jamaah mengikuti tausiyah serta manasik haji (kondisional), kemudian melanjutkan shalat Arbain dan ibadah sunnah.
Hari 6 – 01 Dzulhijjah (Madinah)
Ziarah ke Makam Baqi, Museum Rasulullah SAW, serta Museum Asmaul Husna. Jamaah tetap melaksanakan shalat Arbain dan ibadah di Masjid Nabawi.
Hari 7 – 02 Dzulhijjah (Madinah)
Agenda berupa tausiyah dan manasik haji (kondisional), dilanjutkan shalat Arbain serta ibadah sunnah.
Hari 8 – 03 Dzulhijjah (Madinah)
Ziarah ke beberapa masjid bersejarah seperti Masjid Ali bin Abi Thalib, Masjid Ghamamah, Masjid Abu Bakar, dan Masjid Umar. Ibadah Arbain tetap dijalankan.
Hari 9 – 04 Dzulhijjah (Madinah)
Kegiatan berupa tausiyah, manasik, serta persiapan teknis keberangkatan menuju Mekkah. Jamaah tetap memperbanyak ibadah di Masjid Nabawi.
Hari 10 – 05 Dzulhijjah (Madinah – Mekkah)
Setelah Subuh, jamaah bersiap menuju Mekkah untuk umrah dengan mengambil miqat di Bir Ali. Setibanya di Mekkah, jamaah check-in di apartemen transit, kemudian melaksanakan umrah di Masjidil Haram (kondisional).
Hari 11 – 06 Dzulhijjah (Transit)
Pemantapan manasik, tausiyah, tadarus Al-Qur’an, serta konsultasi kesehatan. Jamaah melaksanakan shalat berjamaah dan ibadah sunnah.
Hari 12 – 07 Dzulhijjah (Transit)
Agenda sama seperti hari sebelumnya: manasik, tadarus, konsultasi, serta ibadah berjamaah.
Hari 13 – 08 Dzulhijjah (Mina)
Setelah Dzuhur, jamaah berihram dan berangkat ke Mina (Tarwiyah). Setibanya di Mina, jamaah memperbanyak dzikir, ibadah, dan persiapan menuju Arafah.
Hari 14 – 09 Dzulhijjah (Arafah – Muzdalifah)
Jamaah berangkat ke Arafah untuk wukuf. Setelah Maghrib menuju Muzdalifah untuk mabit dan mengambil batu jumrah.
Hari 15 – 10 Dzulhijjah (Mina – Mekkah – Mina)
Jamaah melaksanakan lontar jumrah Aqabah, kemudian menuju Masjidil Haram untuk tawaf ifadah dan tahallul (kondisional), lalu kembali ke Mina.
Hari 16 – 11 Dzulhijjah (Mina)
Lontar jumrah (Ula, Wustha, Aqabah), diikuti ibadah, tadarus, dan tausiyah.
Hari 17 – 12 Dzulhijjah (Mina – Transit)
Melaksanakan lontar jumrah (nafar awal), kemudian kembali ke apartemen transit untuk istirahat serta mengikuti tausiyah.
Hari 18 – 13 Dzulhijjah (Transit)
Kegiatan berupa tausiyah, ibadah berjamaah, tadarus, serta konsultasi kesehatan dan agama.
Hari 19 – 14 Dzulhijjah (Transit – Hotel Mekkah)
Setelah Dzuhur, jamaah check-out dan pindah ke hotel di Mekkah. Ibadah dilanjutkan di Masjidil Haram.
Hari 20 – 15 Dzulhijjah (Mekkah)
Ibadah di Masjidil Haram serta ziarah ke museum sahabat, tempat kelahiran Rasulullah, dan penampungan air Zamzam (kondisional).
Hari 21 – 16 Dzulhijjah (Mekkah)
Ziarah ke Jabal Tsur, Arafah, Jabal Rahmah, Muzdalifah, Mina, Jabal Nur (Gua Hira), serta miqat di Ji’ranah. Dilanjutkan ibadah dan umrah sunnah (opsional).
Hari 22 – 17 Dzulhijjah (Mekkah)
Fokus ibadah wajib dan sunnah di Masjidil Haram.
Hari 23 – 18 Dzulhijjah (Mekkah)
Ziarah ke Museum Haramain, peternakan unta, serta miqat di Hudaibiyah untuk umrah (kondisional). Dilanjutkan ibadah di Masjidil Haram.
Hari 24 – 19 Dzulhijjah (Mekkah)
Memperbanyak ibadah, tadarus, dan amalan sunnah di Masjidil Haram.
Hari 25 – 20 Dzulhijjah (Mekkah – Jeddah)
Melaksanakan tawaf wada, check-out hotel, kemudian menuju Jeddah untuk city tour (kondisional) sebelum ke bandara.
Hari 26 – 21 Dzulhijjah (Jeddah – Jakarta)
Jamaah kembali ke Indonesia dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta. Program selesai dengan harapan memperoleh haji yang mabrur.
Catatan: Jadwal, fasilitas, dan itinerary dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kondisi di Arab Saudi tanpa mengurangi nilai ibadah
Cuaca dan Suhu Haji 2027 di Mekkah dan Madinah
Mengetahui kondisi cuaca saat haji sangat penting agar jamaah dapat mempersiapkan fisik dengan optimal. Pada musim haji 2027, suhu di Mekkah dan Madinah diperkirakan tetap panas karena berlangsung di musim panas wilayah Arab Saudi.
Berdasarkan data resmi dari National Center for Meteorology (NCM) atau BMKG Arab Saudi, suhu di kawasan haji umumnya berada pada kisaran 45°C hingga 48°C saat siang hari, terutama di area terbuka seperti Arafah dan Mina . Bahkan dalam kondisi tertentu, suhu ekstrem dapat mendekati 50°C pada puncak musim panas. Sementara itu, laporan terbaru menunjukkan suhu harian di Mekkah dan Madinah sering berada di kisaran 41–45°C dengan kelembapan rendah di bawah 30% .
Untuk tahun 2026–2027, NCM juga memprediksi adanya kenaikan suhu sekitar 1–2°C dibandingkan normal, sehingga potensi cuaca lebih terik semakin besar . Pada malam hari, suhu cenderung lebih sejuk di kisaran 27–32°C, namun tetap terasa hangat bagi jamaah.
Cuaca haji 2027 di Mekkah dan Madinah diperkirakan panas dan kering. Data dari BMKG Saudi (NCM) ini menjadi acuan penting agar jamaah mempersiapkan diri, seperti menjaga hidrasi, menggunakan pelindung panas, serta mengatur aktivitas ibadah agar tetap aman dan nyaman.
Catatan Penting
Harga, fasilitas, serta jadwal perjalanan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti kebijakan terbaru tanpa mengurangi kualitas pelayanan ibadah.
Informasi & Pendaftaran
Untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai program Haji Khusus ONH Plus 2027 dan konsultasi keberangkatan, silakan hubungi:
Alindra Haqeem Travel
Jl. Haji Samali No. 87 E, Pasar Minggu, Jakarta Selatan.


