Produk Israel Di Indonesia

Produk Israel Di IndonesiaProduk Israel Di Indonesia – Al Aqsha Working Group (AWG) Indonesia mengecam kekerasan tentara Israel kepada warga Palestina yang menjalani ibadah Ramadhan di kompleks Masjid Al Aqsha. AWG menilai kekerasan tersebut merupakan pelanggaran nyata atas berbagai komitmen internasional atas kebebasan beragama. Ketua Presidium AWG Indonesia M Anshorullah menyebut Israel melanggar kebebasan beragama (freedom of religion) yang diatur dalam Universal Declaration of Human Rights (UDHR) dan International Covenant of Civil and Political Rights (Kovenan Internasional Tentang Hak-Hak Sipil dan Politik). Menurutnya, tindakan tentara Israel sebagai reprentasi dari Pemerintahan menunjukkan bahwa Pemerintah Israel melakukan pelecehan terhadap agama Islam dan simbol rumah ibadah (Masjid Al Aqsha).

“Pemerintah Israel nyata-nyata telah menodai kesucian bulan Ramadhan dan memprovokasi ummat Islam yang tengah menjalankan ibadah. Terlebih Masjid Al Aqsha merupakan kompleks ibadah yang seharusnya dihormati dan dilindungi dalam secara internasional, sebagaimana Islam juga memerintahkan untuk melindungi tempat ibadah agama lain,” kata Anshorullah dalam keterangan pers, Ahad (9/5). Anshorullah mendesak komunitas Internasional, negara-negara Islam dan kaum muslimin menentang segala bentuk kekerasan dan tindakan provokatif tentara Israel. Sebab tindakan tersebut nyata-nyata mencederai kebebasan beragama, mengusik rasa kemanusiaan dan hak asasi manusia.

“Menyerukan kepada para pemimpin negara-negara Islam dan ummat Islam bahwa penderitaan kaum muslimin di suatu tempat atau negeri merupakan tanggung jawab seluruh umat Islam sebagai satu tubuh yang tidak terpisahkan. Sejatinya semua kaum muslimin di seluruh dunia adalah bersaudara,” ujar Anshorullah. Anshorullah menyerukan kepada umat Islam untuk segera memboikot produk-produk Israel sebagai aksi nyata kepedulian dan dukungan atas perjuangan warga Palestina.

“Kepada Muslimin dan Rakyat Palestina, diserukan untuk tabah, sabar, dan terus menggelorakan perlawanan, mempertahankan kemuliaan Masjid Al Aqsha dan memperjuangkan tanah Palestina yang dirampas,” ucap Anshorullah.

Baca Juga  Sejarah Palestina Negara Suci Islam Kristen Yahudi

Muhammadiyah Ajak Boikot Produk Israel

PP Muhammadiyah mengajak umat Islam untuk memboikot produk-produk yang terafiliasi dengan kelompok zionis Israel setelah sejumlah serangan yang dilancarkan ke wilayah Gaza, Palestina. Tentara Israel menyerang warga Palastina yang tengah beribadah di Masjid Al-Aqsha. Kementerian Kesehatan Gaza menyampaikan setidaknya ada 84 orang tewas akibat serangan Zionis tersebut. 17 Korban tewas di antaranya adalah anak-anak.

Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas mengajak masyarakat untuk melakukan boikot total terhadap produk-produk yang terafiliasi dengan Israel. Seruan itu diungkapkan menyusul peningkatan eskalasi konflik antara Israel dengan Palestina yang sampai dengan Jumat (14/5/2021) telah menewaskan ratusan warga Palestina. “Serta memboikot semua bentuk transaksi dan perdagangan dengan negara penjajah dan teroris tersebut agar pemerintah Israel sadar dan menghormati hak orang lain, terutama hak dari rakyat dan bangsa Palestina,” kata Anwar dilansir dari laman resmi Muhammadiyah.

Anwar melanjutkan dunia Islam menurut Anwar sepatutnya menyatukan suara untuk melawan cara Israel yang justru merupakan akar lahirnya rantai panjang kekerasan dan dunia yang tidak damai. “Cara-cara seperti inilah yang mengundang lahirnya tindakan radikalisme dan terorisme sebagai respon dan cara yang bisa mereka lakukan untuk membalas dendam atas kesakitan, kematian, dan ketidakadilan yang mereka terima,” ujar Anwar. Dengan dasar tersebut, sambung dia, jika dunia ingin tetap aman dan jauh dari tindak radikalisme dan terorisme, maka harus ada upaya dari internasional dalam mengakhiri penjajahan Israel atas Palestina. Khususnya, segala bentuk kekerasan di Baitul Maqdis atau Kota Yerusalem secara keseluruhan. “Israel di samping dia sudah merampok dan merampas tanah dari rakyat Palestina, mereka juga telah mengekang kebebasan umat Islam Palestina untuk beribadah,” ucap Anwar.