Sejarah Covid 19 Varian Omicron

Sejarah Covid 19 Varian Omicron yang perlu anda ketahui – Varian Omicron, juga dikenal sebagai garis keturunan B.1.1.529, adalah sebuah varian SARS-CoV-2, sebuah koronavirus yang menyebabkan Covid-19. WHO menyatakannya sebagai varian yang diwaspadai dan menamakannya dari kata Yunani Omicron.

Awal November, teknisi laboratorium di Lancet Laboratories, Pretoria, Afrika Selatan, menemukan ciri yang tidak lazim pada sampel yang mereka uji untuk virus corona. Pada intinya, sebuah gen hilang dari struktur genom normal virus corona yang biasanya ada. Tes PCR tidak mendeteksi satu target yang biasanya terdeteksi, pertanda ada sesuatu yang berubah pada virus corona.

Beberapa hari kemudian fenomena yang sama dilaporkan di Departemen Patologi Molekuler Lancet di Johannesburg. CNN melaporkan, Dr Allison Glass, pathologis di Lancet mengatakan penemuan ini terjadi bertepatan dengan melonjaknya kasus positif Covid-19 di sejumlah wilayah di Afsel. Di Provinsi Gauteng, lokasi Johannesburg, kurang dari 1 persen warga dites positif pada awal November, tapi kemudian angkanya naik menjadi 6 persen dalam hitungan dua pekan dan menjadi 16 persen.

Tiga pekan kemudian apa yang ditemukan ilmuwan Afrika Selatan itu di seluruh dunia dikenal dengan nama virus corona varian Omicron. Para ilmuwan kemudian dengan cepat menguji banyak sampel di Gauteng dan menemukan varian ini muncul cukup sering. Dua pekan kemudian varian ini sudah mendominasi semua kasus penularan setelah gelombang Delta di Afrika Selatan.

Awal Mula Covid 19 Varian Omicorn

Sejumlah pendatang dari selatan Afrika memang membawa varian Omicron, namun ada contoh yang membingungkan. Seorang perempuan Belgia yang baru pulang dari Mesir via Turki pada 11 November juga positif varian Omicron. Dia dinyatakan positif 10 hari kemudian.

Baca Juga  Sejarah Covid 19 Varian Delta

Sejumlah kasus yang terkonfirmasi di Kanan juga terkait pendatang dari Nigeria. Kasus yang diidentifikasi di Arab Saudi pada 1 Desember berasal dari pendatang asal Afrika utara. Seorang dokter Israel juga dites positif varian Omicron setelah pulang dari acara konferensi di London. Dia bukan pulang dari Afrika Selatan.

Tak satu pun dari sembilan kasus di Skotlandia pada 30 November mempunyai riwayat perjalanan dan semunya menghadiri acara yang sama pada 20 November. Masih banyak yang belum diketahui tentang varian Omicron ini. Tentang bagaimana varian ini bisa begitu cepat menyebar, apakah varian ini bisa menghindari dari vaksin atau apakah dampaknya hanya menimbulkan gejala ringan dari mayoritas orang yang tertular.

Otoritas Kesehatan Belanda mengatakan, varian baru Covid-19, Omicron telah berada di Belanda lebih dulu ketika Afrika Selatan (Afsel) melaporkan varian kepada Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pekan lalu. Namun masih simpang siur di mana atau kapan waktu tepatnya varian baru itu pertama kali muncul di Belanda.

Pengumuman baru Belanda tidak berarti menghentikan negara-negara lain untuk waspada dalam memberlakukan pembatasan perjalanan terutama pengunjung dari Afsel. Meski, langkah-langkah tersebut dikritik oleh Afsel dan WHO, sebab varian baru ini masih perlu didasarkan pada sains dan peraturan kesehatan internasional. Pengumuman Belanda pun semakin memperkeruh garis waktu kapan varian baru ini benar-benar muncul. Seperti dilansir lamanĀ BBC, Selasa (30/11) penemuan kasus Omicron di Belanda diidentifikasi dari dua sampel uji yang diambil di negara itu antara 19 dan 23 November, sebelum varian itu pertama kali dilaporkan oleh Afsel. Namun tidak jelas apakah mereka yang mengikuti tes telah mengunjungi Afsel atau tidak.

Sebelumnya, diperkirakan bahwa dua penerbangan yang tiba dari Afsel pada Ahad waktu setempat telah membawa kasus pertama dari varian tersebut ke Belanda. Sekurangnya 14 orang dalam penerbangan ke ibu kota, Amsterdam, dinyatakan positif Omicron di antara 61 penumpang yang ditemukan memiliki virus corona.

Baca Juga  Sejarah Pandemi Covid 19 Di Dunia

Pihak berwenang Belanda juga berusaha untuk menghubungi dan menguji ribuan penumpang yang telah melakukan perjalanan dari Afsel, Botswana, Eswatini, Lesotho, Mozambik, Namibia, dan Zimbabwe. AS, Kanada, Inggris, dan UE semuanya membatasi perjalanan dari Afsel di tengah kekhawatiran atas varian baru. Omicron tercatat makin menyebar ke berbagai negara. Pada awal pekan ini hingga Selasa (30/11), sejumlah negara mengkonfirmasi adanya kasus varian Omicron.

Orang yang terinfeksi Omicron bahkan tidak melakukan perjalanan ke Afsel. Seperti dilansir laman Aljazirah, Selasa, pihak berwenang di kota Leipzig, Jerman timur, mengkonfirmasi infeksi varian Omicron pada seorang pria berusia 39 tahun yang tidak pernah ke luar negeri atau melakukan kontak dengan siapa pun yang pernah ke luar negeri. Leipzig berada di negara bagian timur Saxony. Wilayah itu saat ini memiliki tingkat infeksi virus Corona keseluruhan tertinggi di Jerman. Bukti awal menunjukkan Omicron memiliki risiko infeksi ulang yang lebih tinggi. Tetapi para ilmuwan mengatakan akan memakan waktu sekitar tiga minggu sebelum diketahui bagaimana varian yang sangat bermutasi berdampak pada efektivitas vaksin.

× Silahkan Wa CS Kami