Tata Cara Umroh Sesuai Sunnah

Tata Cara Umroh sesuai sunnah – umroh dilihat dari segi bahasa memiliki arti berziarah. Sementara menurut istilah, umroh adalah mengunjungi Baitullah (Kabah) dengan melakukan serangkaian ibadah seperti tawaf, sa’i, dan tahalul (mencukur rambut) untuk mengharapkan ridho Allah SWT.

Adapun hukum ibadah umrah adalah berbeda-beda dari tiap imam. Seperti menukil dari Imam Syafi’i dan Imam Hambali, hukum umroh adalah wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi mereka yang mampu. Sementara menurut Imam Maliki dan Imam Hanafi hukumnya adalah sunnah muakad (Sunah yang sangat dianjurkan).

Tata Cara Umroh

Untuk tata cara pelaksanaan umrah, maka perlu diperhatikan hal-hal berikut ini:

  1. Disunnahkan mandi besar (janabah) sebelum ihram untuk umrah.
  2. Memakai pakaian ihram. Untuk lelaki 2 kain yang dijadikan sarung dan selendang, sedangkan untuk wanita memakai pakaian apa saja yang menutup aurat tanpa ada hiasannya dan tidak memakai cadar atau sarung tangan.
  3. Niat umrah dalam hati, ketika sampai di miqot (batas daerah tanah suci) sholat sunah dua rokaat dan mengucapkan Labbaika Allahumma ‘umrotan atau Labbaika Allahumma bi’umrotin. Kemudian bertalbiyah dengan dikeraskan suaranya bagi laki-laki dan cukup dengan suara yang didengar orang yang ada di sampingnya bagi wanita, yaitu mengucapkan Labbaikallahumma labbaik labbaika laa syarika laka labbaik. Innal hamda wan ni’mata laka wal mulk laa syarika laka.
  4. Jika sudah sampai kota Makkah, disunnahkan mandi terlebih dahulu sebelum memasukinya.
  5. Sesampai di Ka’bah, talbiyah berhenti sebelum thawaf. Kemudian menuju hajar aswad sambil menyentuhnya dengan tangan kanan dan menciumnya jika mampu dan mengucapkan Bismillahi Wallahu Akbar. Jika tidak bisa menyentuh dan menciumya, maka cukup memberi isyarat dan berkata Allahu Akbar.
  6. Thawaf sebanyak 7 kali putaran. 3 putaran pertama jalan cepat dan sisanya jalan biasa. Thowaf diawali dan diakhiri di hajar aswad dan Ka’bah dijadikan berada di sebelah kiri.
  7. Salat 2 rakaat di belakang maqam Ibrahim jika bisa atau di tempat lainnya di masjidil haram dengan membaca surah Al-Kafirun pada rakaat pertama, kemudian membaca surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
  8. Sa’i dengan naik ke bukit Shofa dan menghadap kiblat sambil mengangkat kedua tangan dan mengucapkan Innash shofa wal marwata min sya’aairillah. Abda’u bima bada’allahu bihi (Aku memulai dengan apa yang Allah memulainya). Kemudian bertakbir 3 kali tanpa memberi isyarat dan mengucapkan
  9. Laa ilaha illallahu wahdahu laa syarika lahu. Lahul mulku wa lahul hamdu wahuwa ‘alaa kulli syai’in qodiir. Laa ilaha illallahu wahdahu anjaza wa’dahu wa nasoro ‘abdahu wa hazamal ahzaaba wahdahu sebanyak 3x. Kemudian berdoa sekehendaknya.
  10. Amalan pada poin 8 diulangi setiap putaran di sisi bukit Shofa dan Marwah disertai dengan doa.
  11. Sa’i dilakukan sebanyak 7 kali dengan hitungan berangkat satu kali dan kembalinya dihitung satu kali, diawali di bukit Shofa dan diakhiri di bukit Marwah.
  12. Mencukur seluruh atau sebagian rambut kepala bagi lelaki dan memotongnya sebatas ujung jari bagi wanita.
  13. Dengan demikian selesai sudah amalan umrah.
Baca Juga  Latar Belakang Terjadinya Perang Jamal

Keutamaan Ibadah Umroh

Umroh merupakan ibadah umat islam yang hukumnya sunnah dan tata cara pelaksanaanya hampir mirip dengan haji, hanya ada sedikit perbedaan dalam rukunnya. Untuk tempat pelaksanaannya di Masjidil Haram, Mekkah. Dan umroh dapat dilakukan kapan saja. Walaupun umrah tergolong ibadah sunnah, namun umroh memiliki banyak faedah bagi yang mengerjakannya. Berikut ini beberapa keutamaan ibadah umroh.

1. Menghapus dosa-dosa
Dalam hadis HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349, diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

“Suatu umroh kepada umroh yang lain adalah kafarrah (menghapuskan dosa) di antara keduanya dan haji yang mabrur (diterima) itu tidak ada balasan baginya selain surga.” (HR. Bukhari).

2. Dijauhkan dari kemiskinan.
Menurut hadis yang diriwayatkan HR. Tirmidzi dan disahihkan oleh Syaikh Al-Albani, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. Tirmidzi).

3. Di Kabulnya Doanya
Dalam hadis HR. Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, diriwayatkan oleh Abu Huraira, Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda,

“Orang yang mengerjakan haji dan umroh merupakan tamu Allah. Maka jika mereka bermohon kepadanya, pastilah dikabulkan-Nya, dan jika mereka memohon ampunan pasti diampuni-Nya”. (HR Ibnu Majah).

4. Pahala sholat di Masjid Nabawi bisa bernilai 1.000 kali lipat. Sedangkan di Masjidil Haram 100.000 kali lipat.
Menurut hadis yang diriwayatkan HR. Ahmad dan Ibnu Majah,. Dishahihkan oleh Syaikh Al Albani. Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda :

“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1.000 sholat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 sholat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Baca Juga  Keutamaan & Pahala Umroh Ramadhan

5. Fadillah pahala satu kali Umrah dengan salat dua rakaat di Masjid Quba.
Menurut Hadits Nabi SAW yang diriwayatkan oleh Abu bin Sahl bin Hunaif RA, ia pernah mendengar Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa telah bersuci (berwudlu) di rumaahnya. kemudian mendatangi Masjid Quba, lalu sholat di dalamnya dua rakaat, baginya sama dengan pahala umroh.” (Ibnu Majah).

6. Wafat saat umroh, pahalanya dicatat hingga hari kiamat
Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu, beliau berkata: Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam bersabda,

“Barangsiapa keluar dalam melaksanakan haji lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang haji hingga hari kiamat. Barangsiapa keluar dalam melaksanakan umrah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang melaksanakan umrah sampai hari kiamat, dan barangsiapa keluar dalam berperang dijalan Allah lalu ia mati, niscaya dicatat baginya pahala seorang yang berperang dijalan Allah sampai hari kiamat.”

7. Jihad Para Perempuan
Rasulullah Shallallhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

Pokok urusan adalah Islam, tiangnya itu shalat, sedangkan puncaknya adalah jihad.” (HR. Al-Tirmidzi)

Dari Abu Hurairah radhiallaahu anhu, dari Rasulullah shalallaahu alaihi wasalam, beliau bersabda:

“Jihad orang yang tua, orang yang lemah dan wanita adalah haji dan umrah.” (HR. An-Nasa’i)

Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah,

‘Aisyah berkata: “Aku bertutur: ‘Ya Rasulullah, apakah ada kewajiban berjihad bagi kaum wanita?’ Beliau berkata: ‘Bagi wanita adalah jihad yang tidak ada peperangan padanya, yaitu haji dan umrah.” (HR Ibdu Majah, Dishahihkan oleh al-Albani)