Vaksin Covid 19 Untuk Haji Umroh 2021

Vaksin Covid 19 Untuk Haji Umroh 2021 – Arab Saudi telah mengumumkan pada Minggu 9 Mei 2021 bahwa haji 2021 akan diadakan dengan persyaratan kesehatan dan keselamatan terkait pandemi COVID-19. Kementerian Haji dan Umrah Saudi mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa haji akan dilanjutkan tahun ini dengan semua standar dan peraturan kesehatan, keamanan dan peraturan untuk menjaga kesehatan dan kesejahteraan para jemaah.

“Institusi kesehatan di Arab Saudi akan terus menilai situasi dan mengambil semua langkah untuk menjaga kesehatan seluruh umat manusia,” tambah kementerian itu seperti dikutip dari Saudi Gazette, Selasa (11/5/2021). Kementerian tersebut mengatakan akan mengumumkan langkah-langkah spesifik dan rencana organisasi di kemudian hari.

Salah satu syarat untuk mengikuti ibadah haji tahun ini dan masuk ke Arab Saudi menurut General Authority of Aviation (GACA), adalah telah menerima dua dosis vaksinasi COVID-19. Berikut ini daftar vaksin yang diperolehkan oleh pihak Saudi: “Dua dosis vaksin Pfizer-Biontech, Oxford-Astrazeneca, Moderna, Johnson,” tulis pihak GACA dalam keterangan tertulisnya. Vaksin COVID-19 yang sudah banyak digunakan termasuk di Indonesia, yakni Sinovac saat ini tak masuk dalam daftar tersebut di atas.

vaksinasi Covid-19 untuk calon jamaah haji tahun 2021

Kementerian Kesehatan menargetkan vaksinasi Covid-19 untuk calon jamaah haji tahun 2021 rampung bulan ini. Sekretaris Jenderal Kemenkes, Oscar Primadi mengatakan, pihaknya terus menggenjot vaksinasi untuk para jamaah haji, meski pemberangkatan haji tahun ini belum mencapai keputusan final. “Insya Allah kita harapkan betul jamaah haji sudah kita vaksin. Pemberiannya sudah dua kali, maka diprediksi bulan April selesai,” kata Oscar dalam Rapat Dengar Pendapat bersama Komisi VIII DPR RI, Selasa (6/4/2021).

Oscar menuturkan, pelaksanaan vaksinasi Covid-19 untuk calon jemaah haji dikategorikan dalam kelompok lansia. Sekalipun ada calon jamaah yang belum berusia lanjut, mereka dikategorikan kelompok rentan karena akan melakukan perjalanan jauh. Karena masuk dalam kelompok lansia dan rentan ini, pelaksanaan vaksin prioritas tetap sesuai jadwal, yakni selesai pada pertengahan Mei 2021. “Tahapan prose vaksinasi menyesuaikan skema nasional, maka jamaah haji dikelompokkan menjadi kelompok lansia dan kelompok rentan,” ungkap Oscar.

Baca Juga  Harga Vaksinasi Gotong Royong 2021

Namun kata Oscar, tak semua lansia dan kelompok rentan ini bisa mendapat vaksin. Syarat mendapat vaksinasi tetap sesuai dengan keputusan nasional, yakni tidak bisa diberikan kepada masyarakat inkontra indikasi dan komorbid berat. “Jadi vaksin diberikan dalam rangka meningkatkan imunitas. Bila suatu saat terpapar dia tidak akan sakit, hanya sakit ringan dan tidak menjadi sumber penularan. Hanya yang memenuhi syarat vaksinasilah yang kita beri vaksinasi,” papar dia. Meski tak mendapat vaksinasi, Kemenkes telah memberikan SOP untuk pelaksanaan ibadah haji tahun ini, yang disesuaikan dengan kebijakan pemerintah Arab Saudi.

Nantinya sebelum keberangkatan, calon jamaah haji akan dikarantina selama 5 hari dengan kamar berkapasitas 2 orang. Kemudian jamaah haji melakukan tes swab/PCR 2 hari sebelum berangkat. Selanjutnya, karantina kembali dilakukan selama 5 hari setelah sampai di Arab Saudi. Calon jamaah haji kembali mendapat tes swab sebelum melaksanakan ibadah. Selanjutnya karantina 5 hari kembali dilakukan ketika jamaah haji sudah pulang ke Indonesia. “Jadi artinya memang tahapan ini adalah tahapan yang kita lakukan. Saat keberangkatan, seat di pesawat juga harus berjarak dengan kapasitas pesawat 70 persen,” pungkas Oscar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com & Liputan6.com